Krisis Air Balikpapan: PTMB Kerahkan 18 Mobil Tangki dan Minta Warga Hemat
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN: Menyusutnya ketersediaan air baku akibat cuaca kering dan rendahnya curah hujan membuat pasokan air bersih di Kota Balikpapan semakin tertekan. Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) pun mengerahkan 18 armada mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan yang mengalami gangguan distribusi.
Direktur Teknik PTMB,
M Kohirudin, mengatakan kondisi sumber air baku saat ini menjadi perhatian
serius karena berdampak langsung terhadap kapasitas produksi dan distribusi air
bersih.
“Muka air waduk saat
ini menyusut sekitar 46 sentimeter. Ini menjadi perhatian kami karena
ketersediaan air baku sangat menentukan keberlangsungan produksi dan distribusi
air kepada pelanggan,” kata Kohirudin, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan,
penurunan ketersediaan air baku menyebabkan kapasitas produksi yang sebelumnya
mencapai 1.150 liter per detik kini turun menjadi sekitar 900 liter per detik.
Kondisi lebih berat
terjadi di wilayah Balikpapan Timur. Kapasitas produksi yang sebelumnya
mencapai 220 liter per detik kini hanya sekitar 60 liter per detik.
Menurut Kohirudin,
fenomena El Niño berpotensi memperburuk situasi karena memicu cuaca lebih
kering dan mengurangi curah hujan. Sementara itu, penguapan yang terus
berlangsung turut menekan cadangan air di waduk.
“Ketika hujan
berkurang sementara penguapan terus berlangsung, cadangan air waduk berpotensi
semakin menurun,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi
dampak keterbatasan pasokan, PTMB mengoperasikan 18 mobil tangki yang didukung
empat titik terminal distribusi, yakni Posko Utama di Jalan MT Haryono, IPA
ZAMP Korpri, Sumur Kampung Baru, dan IPA KM 12.
Direktur Layanan PTMB,
Ali Rachman AS, mengatakan setiap mobil tangki memiliki kapasitas 5.000 liter.
Penyaluran air dilakukan melalui skema subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Bantuan melalui mobil
tangki ini merupakan salah satu upaya kami untuk membantu memenuhi kebutuhan
air bersih pelanggan di tengah keterbatasan pasokan,” kata Ali.
Hingga saat ini, total
air yang telah disalurkan melalui layanan subsidi mobil tangki mencapai
7.295.000 liter atau 7.295 meter kubik.
Jumlah tersebut setara
dengan sekitar 1.459 kali pengantaran apabila setiap mobil tangki membawa
muatan penuh 5.000 liter.
Berdasarkan
rekapitulasi periode 26 September hingga 8 Oktober 2026, armada PTMB telah
melakukan 833 kali pengantaran. Ditambah 32 pengantaran melalui dukungan armada
dinas dan unsur pertahanan-keamanan, total pengantaran mencapai 865 kali.
Ali mengakui tingginya
permintaan membuat distribusi air harus dilakukan secara bergiliran. Pelanggan
perlu menunggu sesuai antrean, dengan waktu pelayanan bergantung pada jumlah
permohonan, ketersediaan air, kapasitas armada, serta proses pengisian dan
pengantaran.
“Penyaluran terus kami
upayakan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, ketersediaan air,
kapasitas armada, dan kondisi operasional di lapangan,” ujarnya.
Ia juga meminta
masyarakat memahami keterbatasan pelayanan tersebut dan menggunakan saluran
resmi PTMB ketika membutuhkan bantuan pasokan air melalui mobil tangki.
Direktur Utama PTMB,
Yudhi Saharuddin, mengatakan pihaknya memahami kesulitan masyarakat akibat
terbatasnya pasokan air bersih. Perusahaan terus mengoptimalkan sumber daya
yang tersedia sembari menunggu kondisi sumber air baku membaik.
“Kami memahami
kesulitan yang dirasakan masyarakat. Air merupakan kebutuhan mendasar yang
sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yudhi.
Ia berharap kondisi
sumber air baku segera membaik sehingga kapasitas produksi dan pelayanan air
bersih dapat kembali normal.
Di tengah situasi
tersebut, Yudhi mengajak masyarakat lebih bijak menggunakan air untuk
mengurangi tekanan terhadap cadangan air baku.
“Penghematan dapat
dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menggunakan air sesuai kebutuhan,
menghindari pemborosan, segera memperbaiki kebocoran instalasi, serta menampung
air secukupnya untuk kebutuhan penting,” ujarnya.(mid)